Author: Admin

  • Luar Biasa Polda Metro Jaya  Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Clandestine Lab Cartridge Vape Mengandung Narkotika Golongan II

    Jakarta. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil Membongkar Praktik Clandestine Lab Narkotika golongan II jenis Etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen River Side diwilayah Kabupaten Tangerang. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan satu orang tersangka berinisial C.K. (40), warga negara Malaysia, yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk Cartridge Vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai barang bukti, 30 Liter Cairan Propilen Glikol, serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram yang diperkirakan mampu diproduksi menjadi hingga 380.996 Cartridge Vape siap edar. Selain itu, turut diamankan ratusan Cartridge berisi cairan Etomidate, serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, Mixer, hingga timbangan.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti Narkoba diperedaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp 762 Milyar Rupiah dan telah menyelamatkan sebanyak 380.996 Jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Mengatakan “Polda Metro Jaya membongkar Clandestin Lab Home Industri pembuatan Cartridge Vape yang berisi cairan Etomidate Narkotika Golongan II yang akhir-akhir ini marak digunakan oleh kaum remaja perkotaan.” ujarnya, Selasa (21/4/26).

    Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba laporakan apabila ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan Narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.

    Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya guna kepentingan Penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

    Polda Metro Jaya Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

     Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik laboratorium rahasia yang memproduksi cartridge vape mengandung narkotika golongan II jenis Etomidate. Pengungkapan ini dilakukan di kawasan Apartemen River Side, Kabupaten Tangerang. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang tersangka berinisial C.K., warga negara Malaysia berusia 40 tahun, yang diduga berperan sebagai pengelola dan operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk cartridge vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk 30 liter cairan propilen glikol dan serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram. Serbuk ini diperkirakan dapat diproduksi menjadi hingga 380.996 cartridge vape siap edar. Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan cartridge berisi cairan Etomidate serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, mixer, dan timbangan.

    Jika dikonversi dengan nilai jual di pasar gelap, barang bukti narkotika yang disita oleh Polda Metro Jaya bernilai sekitar Rp 762 miliar. Dengan pengungkapan ini, pihak kepolisian mengklaim telah menyelamatkan 380.996 jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan, “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan melaporkan jika ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.”

    Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

    Polda Metro Jaya Ungkap Laboratorium Rahasia Produksi Cartridge Vape Mengandung Narkotika

     Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik laboratorium rahasia yang memproduksi cartridge vape mengandung narkotika golongan II jenis Etomidate. Pengungkapan ini dilakukan di kawasan Apartemen River Side, Kabupaten Tangerang. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang tersangka berinisial C.K., warga negara Malaysia berusia 40 tahun, yang diduga berperan sebagai pengelola dan operator produksi cairan Etomidate dalam bentuk cartridge vape.

    Dari hasil penggeledahan, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk 30 liter cairan propilen glikol dan serbuk Etomidate seberat 2.539,44 gram. Serbuk ini diperkirakan dapat diproduksi menjadi hingga 380.996 cartridge vape siap edar. Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan cartridge berisi cairan Etomidate serta peralatan produksi seperti mesin press, alat suntik cairan, mixer, dan timbangan.

    Jika dikonversi dengan nilai jual di pasar gelap, barang bukti narkotika yang disita oleh Polda Metro Jaya bernilai sekitar Rp 762 miliar. Dengan pengungkapan ini, pihak kepolisian mengklaim telah menyelamatkan 380.996 jiwa penduduk DKI Jakarta dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyatakan, “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan melaporkan jika ada pelaku pengedar atau penyalahgunaan narkoba demi generasi bangsa yang gemilang.”

    Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

  • Sebuah Bentuk Sinergi Polairud Polda Sulut dalam Penguatan Keamanan Batas Laut

    Sinergi Polairud Polda Sulut dalam Penguatan Keamanan Batas Laut

    Dirpolairud Polda Sulut secara resmi menghadiri rapat identifikasi pertahanan dan keamanan batas laut di wilayah Sulawesi Utara. Pertemuan strategis ini dilangsungkan pada Rabu, 22 April 2026, dengan pendampingan langsung dari Kasubdit Patroli. Seluruh rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WITA guna membahas langkah-langkah krusial dalam pengamanan perairan negara.

    Fokus utama diskusi ini adalah mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 terkait pemenuhan sarana pertahanan di wilayah perbatasan. Para peserta menelaah kondisi sarana patroli serta kebutuhan mendesak untuk pengamanan di berbagai pulau kecil terluar. Selain itu, kebijakan penganggaran daerah juga dibahas secara mendalam demi optimalisasi pengelolaan perbatasan negara yang lebih berkelanjutan.

    Kehadiran Ditpolairud Polda Sulut menjadi bukti nyata dedikasi instansi dalam memperkuat sistem keamanan di garda terdepan laut. Langkah kolaboratif ini diambil untuk memastikan setiap jengkal wilayah perairan tetap terjaga dari berbagai potensi ancaman kedaulatan. Melalui komitmen yang kuat, integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan akan semakin kokoh dan terlindungi sepenuhnya.

     

     

  • Kapolda Sumsel Bahas Legalisasi Sumur Minyak Rakyat dengan SKK Migas

    Kapolda Sumsel Bahas Legalisasi Sumur Minyak Rakyat dengan SKK Migas

    Jakarta – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho menerima kunjungan perwakilan SKK Migas. Pertemuan ini membahas percepatan tata kelola sumur minyak masyarakat agar masuk sistem legal dan berkelanjutan.


    Pertemuan digelar di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (21/4/2026). Forum ini menjadi ajang koordinasi antara aparat penegak hukum dan regulator sektor energi.

    Fokus utama pembahasan ialah verifikasi faktual di lapangan serta langkah konkret dalam mentransformasikan aktivitas minyak masyarakat dari praktik ilegal menjadi legal. Irjen Sandi mengatakan pihaknya berperan memastikan proses transformasi sumur minyak masyarakat berjalan tertib dan sesuai aturan.

    “Legalitas bukan sekadar izin, tetapi menyangkut kepatuhan terhadap standar keselamatan dan lingkungan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan demi mendukung target lifting minyak nasional,” tegas Irjen Sandi.

    Dia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Implementasi kebijakan ini merujuk pada regulasi terbaru sektor energi. Termasuk, juga pengaturan tata kelola sumur masyarakat agar memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara.

    Polda Sumsel bersama SKK Migas akan melakukan verifikasi lapangan dan pengawasan terpadu. Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan menjadi wilayah percontohan atau pilot project dalam penerapan tata kelola sumur minyak masyarakat yang sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

    Dengan skema ini, diharapkan praktik illegal drilling bisa ditekan, risiko kecelakaan kerja berkurang, serta pencemaran lingkungan dapat dicegah. Menurutnya, dengan sistem yang legal dan terstruktur, masyarakat dapat bekerja secara aman serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

    Irjen Sandi menegaskan tak akan ada toleransi terhadap aktivitas ilegal yang tetap berlangsung di luar mekanisme resmi. Dia memastikan penegakan hukum akan tetap dilakukan dengan tegas.

    “Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah, namun standar keselamatan dan kepatuhan hukum adalah harga mati. Setiap pelanggaran akan kami tindak tegas demi menjaga kepentingan negara dan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif dalam mengawal program ini.

    “Polda Sumsel akan terus mengawal program ini bersama SKK Migas melalui verifikasi faktual dan pengawasan berkelanjutan. Tujuannya agar transformasi ini berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta negara,” ujarnya.

    Sinergi lintas sektoral ini diharapkan jadi momentum bagi Sumatera Selatan menjadi percontohan nasional dalam penataan sumur minyak masyarakat. Polda Sumsel memastikan prosesnya berjalan profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI

    Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui “Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026” yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).

    Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.

    Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).

    Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.

    “Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.

    “Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama,” ujarnya menginspirasi.

    Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.

    “Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya,” terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).

    Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
    Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.

    “Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.

    Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh “Sabuk Kamtibmas”, visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.

  • Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

    Kapolda Sumsel Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, Rangkul Berbagai Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

    Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) terus mengukuhkan komitmennya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif serta inklusif. Hal ini diwujudkan melalui “Apel Besar Sabuk Kamtibmas, Bhabinkamtibmas, dan Siaga Karhutla Kabupaten OKI Tahun 2026” yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung, Rabu (22/4/2026).

    Apel ini menghadirkan pemandangan istimewa yang sarat akan pesan persatuan. Kapolda Sumsel tidak hanya menyiagakan personel TNI-Polri dan aparat pemerintahan, tetapi secara khusus merangkul elemen masyarakat sipil dengan latar belakang yang sangat beragam.

    Dalam barisan apel, tampak ratusan Bhabinkamtibmas, prajurit TNI, personel BPBD, dan Manggala Agni berdiri tegak berdampingan dengan perwakilan Banser, Pecalang, Pemuda Batak Bersatu, Pagar Nusa, PSHT, Kokam, serikat buruh, komunitas ojek, hingga kelompok eks narapidana terorisme (Napiter) dan Regu Pemadam Kebakaran(RPK).

    Kapolda Sumsel menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut. Beliau menegaskan bahwa perbedaan identitas bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga wilayah.

    “Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” tegas Kapolda Sumsel di hadapan ratusan peserta apel.

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa paradigma keamanan saat ini telah berubah. Keamanan tidak lagi sekadar urusan aparat berseragam, melainkan fondasi kehidupan bermasyarakat yang harus dijaga bersama-sama.

    “Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kamtibmas adalah milik kita bersama,” ujarnya menginspirasi.

    Kehadiran elemen sipil dalam apel ini dikemas apik dalam program bernama *Sabuk Kamtibmas*. Di hadapan audiens, Kapolda menjelaskan nilai luhur di balik nama tersebut.

    “Sabuk Kamtibmas mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu pengikat, penguat, dan pelindung. Kita semua berdiri di sini sebagai pengikat, penguat, dan pelindung bagi masyarakat di Kabupaten OKI khususnya,” terangnya. Beliau juga berpesan agar para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di pelosok desa bertindak bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan agen penyelesaian konflik (problem solver).

    Selain stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi pertumbuhan UMKM dan masuknya investasi, apel ini juga menyoroti agenda mitigasi bencana tahunan. Secara khusus, Kapolda menargetkan Kabupaten OKI harus mampu mencapai status Zero Karhutla di tahun 2026 dan menjadi role model (percontohan) bagi wilayah lainnya melalui pendekatan pencegahan dini yang humanis namun tegas.
    Menutup amanatnya, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang sangat menyentuh dan reflektif terkait esensi pengabdian. Ia mengajak seluruh aparat penegak hukum, pelayan publik, dan masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai landasan utama dalam bekerja.

    “Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun untuk masyarakat di Kabupaten OKI yang kita cintai,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam pergelaran apel besar tersebut di antaranya para Karo Ops Polda Sumsel, Dir Samapta, Dir Polairud, Dir Binmas, dan Kabid Humas Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, jajaran Forkopimda OKI, serta tokoh masyarakat dan akademisi setempat.

    Melalui momentum Apel Sabuk Kamtibmas ini, Polda Sumsel berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebatas seremonial di lapangan. Kolaborasi lintas elemen ini menjadi potret nyata wajah kepolisian yang semakin Presisi, humanis, dan selalu hadir sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat gotong royong yang telah diikat kuat oleh “Sabuk Kamtibmas”, visi besar untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang ramah investasi serta target Zero Karhutla 2026 di Kabupaten OKI diyakini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang siap diwujudkan bersama.

  • Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Polda Metro Jaya Gelar Dialog Desk Ketenagakerjaan, Serap Aspirasi Buruh Secara Langsung

    Jakarta – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Dialog Desk Ketenagakerjaan bersama serikat buruh dalam rangka menyambut May Day 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung BPMJ, Rabu (22/4/2026).

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri hadir langsung dan memberikan arahan. Turut hadir, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, perwakilan Dirtipidter Bareskrim Polri, pejabat utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta perwakilan kementerian, asosiasi pengusaha, dan berbagai organisasi buruh.

    Dalam sambutanya, Kapolda menyampaikan bahwa dialog ini menjadi wadah untuk mendengarkan langsung berbagai permasalahan yang dihadapi para buruh. Ia menilai hubungan antara Polda Metro Jaya dan pekerja selama ini sudah terjalin dengan baik dan diharapkan semakin kuat ke depan.

    “Dialog ini kita lakukan untuk menyerap aspirasi buruh secara langsung. Hubungan yang sudah baik ini harus terus dijaga dan diperkuat. Persoalan ketenagakerjaan juga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diselesaikan secara kolektif oleh seluruh pihak terkait,” kata Kapolda.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa perkembangan situasi global perlu menjadi perhatian bersama dalam melihat dinamika ketenagakerjaan di tingkat lokal. “Kondisi global tentu berdampak sampai ke tingkat lokal, termasuk sektor ketenagakerjaan. Karena itu, hal ini perlu kita cermati dan antisipasi bersama,” ujarnya.

    Dalam konteks nasional, Kapolda menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh. Ia menegaskan, kepolisian hadir sebagai fasilitator dan mediator dalam menjaga hubungan industrial yang kondusif antara buruh dan pengusaha. “Kami siap menjadi fasilitator dan mediator agar hubungan antara buruh dan pengusaha tetap berjalan dengan baik, kondusif, dan saling mendukung,” kata Kapolda.

    Melalui dialog tersebut, Kapolda berharap dapat lahir solusi yang konstruktif dan berkeadilan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan harmonis. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi serta penguatan kerja sama antara buruh, pengusaha, dan pihak terkait lainya untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi buruh. Sebagai penutup, Kapolda menegaskan kesiapan Polda Metro Jaya untuk membantu apabila terdapat permasalahan yang dihadapi para buruh.

  • Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra Perkuat Ketahanan Sosial

    Perkuat Ketahanan Sosial, Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra

    Kapolda Sumsel Tekankan Pendidikan Karakter Anak Yatim

    PALEMBANG, Barometer99.com – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan. Upaya ini diwujudkan dengan menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi meresmikan Panti Asuhan Cahaya Anugrah Abadi sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan asrama putra. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, pada Kamis (16/04/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program Polri Presisi, yang menempatkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Melalui pembangunan fasilitas ini, Polda Sumsel berupaya memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak yatim piatu.

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial yang sehat dan harmonis. Lingkungan yang aman, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk beraktivitas, beribadah, dan membangun masa depan yang lebih baik.

    “Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika lingkungan sosial kuat, maka kamtibmas akan terjaga. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang baik, dengan pendidikan karakter yang kuat,” tegas Kapolda.

    Selain meresmikan fasilitas, Polda Sumsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kursi roda kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kelompok rentan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan.

    Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian kewilayahan dan mitra masyarakat, yang telah berkontribusi dalam pembangunan panti asuhan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing.

    Dampak dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan anak-anak yatim piatu melalui fasilitas yang lebih representatif. Pembangunan asrama putra menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang terintegrasi, sehingga proses pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan lebih optimal.

    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam menunjukkan peran aktif institusi dalam pembangunan sosial.

    “Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah implementasi dari semangat ‘Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini’ yang menjadi pedoman seluruh personel,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan dan masa depan masyarakat melalui pendekatan humanis dan berkelanjutan.

  • Perkuat Ketahanan Sosial, Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra

    Perkuat Ketahanan Sosial, Kapolda Sumsel Resmikan Panti Asuhan dan Groundbreaking Asrama Putra

    Kapolda Sumsel Tekankan Pendidikan Karakter Anak Yatim

    PALEMBANG, Barometer99.com – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan. Upaya ini diwujudkan dengan menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi meresmikan Panti Asuhan Cahaya Anugrah Abadi sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan asrama putra. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, pada Kamis (16/04/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program Polri Presisi, yang menempatkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat. Melalui pembangunan fasilitas ini, Polda Sumsel berupaya memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak yatim piatu.

    Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial yang sehat dan harmonis. Lingkungan yang aman, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk beraktivitas, beribadah, dan membangun masa depan yang lebih baik.

    “Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ketika lingkungan sosial kuat, maka kamtibmas akan terjaga. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang baik, dengan pendidikan karakter yang kuat,” tegas Kapolda.

    Selain meresmikan fasilitas, Polda Sumsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan kursi roda kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kelompok rentan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan.

    Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian kewilayahan dan mitra masyarakat, yang telah berkontribusi dalam pembangunan panti asuhan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing.

    Dampak dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan anak-anak yatim piatu melalui fasilitas yang lebih representatif. Pembangunan asrama putra menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang terintegrasi, sehingga proses pendidikan dan pembentukan karakter dapat berjalan lebih optimal.

    Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri dalam menunjukkan peran aktif institusi dalam pembangunan sosial.

    “Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini adalah implementasi dari semangat ‘Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini’ yang menjadi pedoman seluruh personel,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan dan masa depan masyarakat melalui pendekatan humanis dan berkelanjutan.